bagi Anda yang sedang belajar trading atau mencari pengalaman live trading tanpa perlu keluar modal uang pribadi, silahkan bergabung dengan broker yang mamberikan bonus gratis tanpa deposit
jumblah modal yang bisa diperoleh pun tak terbatas
caranya cukup mudah hanya dengan bergabung di forum yang di sponsori oleh salah satu broker kemudian kita aktif disana
setiap post yang kita buat akan dibayar $0,25 lumayan lah buat trading tapi perlu diingat bahwa setiap hari kita hanya diperbolehkan membuat 30 post dengan kata lain jika kita bisa membuat 30 post perhari maka kita akan mendapatkan modal sekitar $7/hari
forum ini sebenarnya milik malaysia tetapi disana lebih banyak trader indonesia
tunggu apalagi segera bergabung sekarang karena promo ini akan segera berahir

klik disini untuk mengunjungi forumnya
bagi yang ingin bergabung silahkan klik disini


manfaatkanlah kesempatan ini dengan baik karena kesempatan tidak akan datang untuk kedua kalinya

Perempuan Ini Menikah Setelah Divonis Mati!

Posted by admiral on Wednesday, March 14, 2012

  Sejak masa kanak-kanak, Kristie Mills menderita cystic fibrosis, sebuah penyakit paru-paru kronis yang berakibat fatal. Dan setelah divonis mati, wanita berusia 21 tahun ini pun mengungkapkan permintaan terakhirnya untuk menikah dengan kekasihnya, Stuart Tancock, yang dikenalnya selama dua tahun, pada musim panas ini.

Kisah mengharukan Kristie inipun ditayangkan dalam acara “Breathless Bride: Dying to Live”, yang tayang di TLC beberapa malam lalu. Pihak TLC juga melakukan wawancara terhadap Kristie melalui via email.

Pernikahan Kristie pun berlangsung dengan sederhana, tempat pernikahannya pun dipilih ditempat yang dapat dibatalkan sewaktu-waktu, jika Kristie merasa sangat sakit. Kristie sendiri sudah diperkirakan akan meninggal dalam beberapa hari jika tidak menerima donor organ paru-paru tepat waktu.

"Aku rasa mereka mewujudkan permintaan terakhirku," tulis Kristie dalam email. Malam itu dia kembali ke rumah sakit. "Para perawat mengatakan aku akan meninggal."

Setelah delapan hari setelah menikah, keajaiban pun muncul. Akhirnya Kristie mendapatkan donor yang cocok. Namun perjuangan Kristie tak berhenti sampai disitu, setelah melalui proses operasi transplantasi, Kristie merasakan sakit yang luar biasa saat menjalani masa-masa pemulihan.

"Aku tidak pernah membayangkan rasanya akan sesakit itu. Aku bahkan berhalusinasi dan merasa sangat tersiksa setelah menjalani transplantasi."

Kini Kristie tinggal bersama suaminya di Devon. Kristie menuliskan pengalamannya di blog, membantu mencarikan donor baru, dan meningkatkan kesadaran tentang penyakit cystic fibrosis dengan ceritanya tersebut.

Seperti pasangan lainnya, pasangan ini juga menghabiskan waktu bersamanya dengan memasak bersama, pergi nonton ke bioskop, bahkan panjat tebing. Kini Kristie sudah jauh lebih pulih. Meski demikian, Kristie mencoba menerima takdir dengan berfikir realistis, dengan tak mungkin memiliki anak dapat menurunkan penyakit cystic fibrosis ke anaknya.

sumber

{ 0 comments... read them below or add one }

Post a Comment